Minggu, 24 Januari 2010

DOA MUJIZAT


Tuhan Yesus,
Aku datang menghadap Engkau dalam keadaan seperti ini.
Aku mohon ampun atas segala dosa-dosaku.
Aku menyesal atas segala dosa-dosaku, harap aku diampuni.
Di dalam namaMu, aku mau memaafkan semua orang yang membenciku termasuk semua perbuatannya.
Aku serahkan semua hidupku padaMu, Tuhan Yesus,
Sekarang dan selamanya.
Aku mengundang Engkau masuk dalam hidupku, Yesus.
Aku menerima Engkau sebagai Tuhanku, Allahku dan Penyelamatku.

1. SEMBUHKAN AKU (Bila anda mempunyai penyakit dan sebutkan nama penyakitnya.)

atau

2. SEBUTKAN PERMINTAAN ANDA.

Ubahlah aku.
Kuatkanlah tubuhku, jiwaku dan rohku.
Datanglah Tuhan Yesus, bungkuslah aku dengan Darah SuciMu dan,
Penuhilah aku dengan Roh KudusMu.
Aku cinta padaMu Tuhan Yesus.
Aku bersyukur padaMu Yesus.
Aku mau mengikuti Engkau setiap hari dan selama hidupku.

Bunda Maria, Ibuku, Ratu Damai,
Para Malaikat dan Orang Kudus,
St Peregrinus Pelindung penderita kanker
(DIUCAPKAN BILA ANDA MEMPUNYAI PENYAKIT SAJA,
BILA MEMPUNYAI PERMINTAAN LAIN, TIDAK USAH DIUCAPKAN),

Tolonglah aku. Amin.

Catatan:

Bacalah terus doa ini dengan PENUH KEYAKINAN DALAM KEADAAN APAPUN.
KALAU ANDA MENGUCAPKANNYA DENGAN PENUH KEYAKINAN,
DENGAN TULUS HATI DAN MENGARTIKAN SETIAP KATA,
MUKJIZAT AKAN TERJADI PADA ANDA.

Anda akan menemukan pengalaman-pengalaman dengan Yesus dan Dia akan merubah seluruh hidup anda dengan cara yang amat istimewa. Anda akan mengalami hal ini.

1 komentar:

  1. This prayer was written by Fr. Peter Mary Rookey who passed away on September 12, 2014. If you say this prayer with thoughtfulness, you will indeed be blessed with miracle in your life. It's not kidding. I am one of those people who had practiced this prayer and eventually got the miracle.
    I belong to the type of person who cannot easily believe in something. One day in 2005, I told myself that I want any proof of a miracle in my life. Thus, I practiced this prayer for seven consecutive nights in Gunung Sempu--a place in the southern part of Jogya that is considered sacred by people there. In my prayer I told whether I would be able to become a lecturer in University of Indonesia despite my current status as Strata One graduate from Gadjah Mada University. On the seventh day, it was after midnight, and I was totally alone. Suddenly I heard a voice--I witness it was really a voice not just a sound--saying, "Do NOT tempt the Lord thy GOD." I turned around, but there was no one around. I chilled in fear, not because I feared of Ghost, but because--I had to say that--it was really what I had done in seven days.
    Now I am a lecturer in the University of Indonesia,and if you check the book for UI's students who take my lecture, MPK Bahasa Inggris, you will find my name on the cover as one of the team members who had designed the book to use in UI. I've started working in UI since 2006.
    If you want to practice this prayer, do it for goodness, not to harm others.
    GBU

    Nur Basuki Rachmanto

    BalasHapus